FUNGSI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
Pendidikan memiliki kaitan yang sangat erat dengan pembangunan, karena Pendidikan merupakan usaha untuk menghasilkan sumber daya manusia yang menunjang pembangunan. Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan karena sasaranya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Upaya-upaya pembangunan di bidang pendidikan, pada dasarnya diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan manusia itu sendiri. Sehingga pendidikan menjadi penyokong utama pembangunan berkelanjutan. Definisi Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan menurut UNESCO adalah proses belajar (atau pendekatan pengajaran) berdasarkan cita-cita dan prinsip-prinsip yang mendasari keberlanjutan dan berkaitan dengan semua tingkat dan jenis pembelajaran untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas dan mendorong pembangunan manusia yang berkelanjutan belajar mengetahui, belajar menjadi, belajar untuk hidup bersama, belajar untuk melakukan dan belajar untuk mengubah diri sendiri dan masyarakat. Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan adalah visi pendidikan yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat untuk ikut bertanggung jawab dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan.
Karena pendidikan merupakan hak setiap warga negara, maka pemberian layanan pendidikan kepada individu, masyarakat, dan warga negara adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan keluarga. Karena itu, manajemen sistem pembangunan pendidikan harus rancang dan dilaksanakan secara terpadu, serta diarahkan pada peningkatan akses pelayanan yang seluas- luasnya bagi warga masyarakat, dengan mengutamakan mutu, efektivitas dan efisiensi. Hal tersebut di realisisasikan oleh pemerintah dengan adanya 3 jalur pendidikan dalam sistem pendidikan di Indonesia, sehingga konsep Pendidikan untuk semua dapat tercapai. Ketiga Jalur pendidikan tersebut merupakan satu kesatuan sub sistem untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Pendidikan formal disebut juga pendidikan sekolah sedangkan Pendidikan nonformal dan informal tercakup kedalam pendidikan luar sekolah. Menurut pengertian Undang-undang Sisdiknas tahun 2003 pasal 1 ayat 12 “Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang” sedangkan ayat 13 menyatakan “Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan”. Seperti diketahui bersama bahwa pendidikan luar sekolah mencakup Pendidikan nonformal maupun pendidikan informal sehingga dapat dijelaskan bahwa pendidikan luar sekolah adalah pendidikan yang diselenggarakan di luar jalur pendidikan sekolah yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang baik dalam keluarga, lingkungan maupun masyarakat.
Menurut Soelaiman Joesoef (2008: 49), Pendidikan luar sekolah merupakan merupakan sistem baru dalam dunia pendidikan yang bentuk dan pelaksanaannya berbeda dengan sistem sekolah yang sudah ada. Pendidikan luar sekolah terdapat hal-hal yang sama pentingnya bila dibandingkan Pendidikan sekolah seperti: bentuk pendidikan, tujuannya, sasarannya, pelaksanaannya, dan lain sebagainya. Lebih lanjut Phillips H. Combs dalam dalam Sudjana (2010: 21)
mengungkapkan pendidikan luar sekolah adalah:“Setiap kegiatan pendidikan yang terorganisir yang diselenggarakan diluar sistem formal, baik tersendiri maupun merupakan bagian dari suatu kegiatan yang luas, yang dimaksudkan untuk memberikan layanan kepada sasaran didik tertentu dalam rangka mencapai tujuan-tujuan belajar”.
Selain itu pendidikan luar sekolah juga diartikan sebagai pendidikan yang dilaksanakan diluar pendidikan formal untuk warga belajar agar mereka memperoleh suatu keterampilan dalam hidupnya. Bedasarkan pendapat diatas tujuan dari pendidikan luar sekolah adalah memberikan bekal keterampilan kepada para pelajar. Oleh karenanya pendidikan luar sekolah biasanya lebih banyak mengembangkan bakat yang dimiliki oleh masyarakat, salah satu dari pendidikan luar sekolah adalah pelatihan kursus pada ibu-ibu. Pada pelatihan tersebut tentunya hal yang diajarkan adalah pengembangan diri dari masyarakat contohnya pembuatan tikar melalui bahan baku yang ada disekeliling masyarakat atau memanfaatkan barang baku yang ada agar menjadi lebih bermanfaat. Pendidikan seperti ini tentunya sangat jarang diperoleh melalui Pendidikan dibangku sekolah formal (Yapandi, 2015: 18)
Bisa dikatakan bahwa pendidikan luar sekolah adalah setiap kesempatan dimana terdapat komunikasi yang teratur dan terarah diluar sekolah dan seseorang memperoleh informasi, pengetahuan, latihan maupun bimbingan sesuai dengan usia dan kebutuhan kehidupan, dengan tujuan mengembangkan tingkat keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang memungkinkan baginya menjadi peserta- peserta yang efisien dan efektif dalam lingkungan keluarga, pekerjaan bahkan lingkungan masyarakat Pendidikan Luar Sekolah sama pentingnya dengan pendidikan sekolah atau pendidikan formal. Karena pendidikan tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah, tetapi juga di lingkungan masyarakat dan di lingkungan keluarga. Pendidikan tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu, tetapi berlangsung sepanjang hayat (lifelong education). Pendidikan memiliki peran secara langsung dalam membangun sumber daya manusia.
Dapat dijelaskan bahwa PLS dapat berfungsi pada jalur pendidikan sekolah dan juga berfungsi dalam jalur dunia kerja, serta berfungsi dalam kehidupan.
Berdasarkan hal tersebut maka fungsi pendidikan luar sekolah antara lain :
- Pendidikan luar sekolah berfungsi sebagai substitusi pendidikan sekolah.
- Pendidikan luar sekolah berfungsi sebagai komplemen pendidikan sekolah.
- Pendidikan luar sekolah berfungsi sebagai suplemen pendidikan sekolah.
- Pendidikanl luar sekolah berfungsi sebagai jembatan memasuki dunia kerja.
- Pendidikan luar sekolah sebagai wahana untuk bertahan hidup dan mengembangkan kehidupan.
- Program-program Pendidikan Luar Sekolah
Setelah kita ketahui pengertian, karakteristik serta fungsi dari pendidikan luar sekolah, maka untuk melengkapi pemahaman menyeluruh terutama bagaimana implementasinya di lapangan (di masyarakat), maka perlu ditunjukkan pula program-program pendidikan luar sekolah tersebut.
Program-program PLS meliputi :
- Pendidikan berkelanjutan (continuing education)
- Program pasca keaksaraan
- Program pendidikan kesetaraan
- Program pendidikan peningkatan pendapatan
- Program peningkatan mutu hidup
- Program pengembangan minat individu
- Program berorientasi masa depan.
- Pendidikan orang dewasa (adult education)
- Program keaksaraan (adult literacy)
- Program pasca keaksaraan (pasca pendidikan dasar bagi orang dewasa
- Pendidikan pembaharuan
- Pendidikan kader organisasi
- Pendidikan popular
- Program-program Pendidikan Luar Sekolah yang diselenggarakan di masyarkat, meliputi :
- Pendidikan anak usia dini
- Pendidikan kesetaraan
- Pendidikan pemberdayaan perempuan
- Pendidikan keterampilan hidup
- Pendidikan kepemudaan
- Pembinaan kelembagaan pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan masyarakat (kursus-kursus).
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
NILAI NILAI PENDIDIKAN DAN KEHIDUPAN
Pendidikan merupakan segala bidang penghidupan, dalam memilih dan membina hidup yang baik, yang sesuai dengan martabat manusia” Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan ti
MANAJEMEN PKBM
Manajemen PKBM Perencanaan. Perencanaan sebagai bagian penting dalam proses manajemen merupakan suatu tahap yang harus dilewati sebelum melangkah ke tahap berikutnya, karena melalui p
LATAR BELAKANG TERBENTUKNYA PKBM
Dibentuknya PKBM adalah sebagai pemicu dan bersifat sementara, masyarakat sendirilah yang selanjutnya memiliki wewenang untuk mengembangkannya, karena itulah pendekatan dalam program PK
MENINGKATKAN AKSES DAN KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI PLS
Pendidikan merupakan hak dasar setiap individu yang tidak hanya terbatas pada ruang kelas formal. Dalam konteks ini, program pendidikan luar sekolah (PLS) menjadi sangat penting, teruta
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
Pendidikan sesungguhnya memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni dalam upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan Luar S
MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT DI ERA DIGITAL
PENDAHULUAN Pendidikan di Indonesia semakin mengandalkan teknologi informasi yang berkembang pesat, menghasilkan kemajuan dan efektivitas dalam proses belajar -mengajar (Pramesworo
TANTANGAN YANG DIHADAPI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
Tantangan yang Dihadapi dalam Implementasi Pendidikan Luar Sekolah Berbasis Masyarakat Pendidikan luar sekolah berbasis
STRATEGI DAN EFEKTIVITAS MENINGKATKAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
Strategi untuk Meningkatkan Efektivitas Pendidikan Luar Sekolah Berbasis Masyarakat. Untuk meningkatkan efektivitas pendidika
FUNGSI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
Pendidikan luar sekolah sebagai komplemen adalah pendidikan yang materinya melengkapi apa yang diperoleh di bangu sekolah. Ada beberapa alasan sehingga materi pendidikan persekolahan ha
AZAS PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
ASAS PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH Pendidikan merupakan suatu proses untuk mengintegrasikan individu yang sedang mengalami pertumbuhan ke dalam kolektivitas masyarakat. Dalam kegiatan pendid
