• PKBM NGUDI MAKMUR
  • Bersama Kita Bisa....

PERANAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

Pendidikan luar sekolah merupakan pendidikan yang dirancang untuk membelajarkan masyarakat agar memiliki keterampilan, pengetahuan dan pengalaman yang dilaksanakan di luar jalur pendidikan formal. Untuk mengantisipasi era global, dunia pendidikan dituntut untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten agar mampu bersaing dalam pasar kerja global. Transformasi pendidikan diperlukan untuk menuju pendidikan yang lebih demokratis, mengadopsi ide-ide keberagaman budaya, kebutuhan/keadaan daerah, heterogenitas peserta didik dan mendorong peningkatan partisipasi masyarakat.

Eitzen dalam Yapandi (2015: 111) mengemukakan bahwa pendidikan luar sekolah merupakan gerakan sosial yang sifatnya reformatif, karena ia berusaha mengubah bagian penting dari suatu masyarakat seperti memperbaiki Pendidikan wanita, memperbaiki lingkungan, usaha kecil dan lain-lain.

Manheim (Ruwiyanto, 1994: 1) menyatakan pendidikan luar sekolah (pendidikan nonformal) dapat digunakan dengan lebih efisien dan efektif untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, untuk segala strata ekonomi, strata social dan strata pendidikan, disamping dapat pula untuk ikut memecahkan masalah-masalah kemanusiaan yang mendesak. Ditinjau dari kaitannya dengan Pendidikan persekolahan, maka pendidikan luar sekolah bisa berfungsi sebagai suplemen, komplemen dan substitusi.

Menurut Kamil (2009: 1) peran pendidikan luar sekolah dalam kaitan dengan pemenuhan kebutuhan belajar sepanjang hayat (selama masyarakat masih) dapat sebagai suplemen berarti penambahan terhadap pendidikan persekolahan. Diihat dari sasaran didik dalam hal ini adalah anak-anak, pemuda dan orang dewasa yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan persekolahan tertentu.

Pendidikan luar sekolah sebagai penambah bertujuan untuk menyediakan kesempatan belajar kepada peserta didik yang ingin memperdalam materi pelajaran tertentu yang diperoleh selama mengikuti program pendidikan pada jenjang pendidikan sekolah, Alumni suatu jenjang pendidikan sekolah dan masih memerlukan layanan pendidikan untuk memperluas materi pelajaran yang telah diperoleh, mereka yang putus sekolah dan memerlukan pengetahuan serta keterampilan yang berkaitan dengan lapangan pekerjaan atau penampilan diri dalam masyarakat. Upaya ini dikaitkan dengan keterampilan kerja dan berusaha.

Menurut Sudarsana (2015: 6) Jenis-jenis kegiatan pendidikan luar sekolah dalam pengembangan sumberdaya manusia sebagai suplemen dari Pendidikan persekolahan sangat bervariasi, seperti pelatihan kejuruan, kursus, magang dalam bidang pertanian, industry, pertukangan, pengetahuan kerumahtanggaan.

Peran pendidikan luar sekolah sebagai pelengkap pendidikan sekolah berfungsi untuk melengkapi kemampuan peserta didik dengan jalan memberikan pengalaman belajar yang tidak diperoleh dalam pendidikan sekolah. Isi pogram didasarkan atas kebutuhan peserta didik program dilakukan oleh para penyelenggara pendidikan dan bekerja sama dengan masyarakat. Programnya bermacam-macam, seperti pendidikan keterampilan produktif, olah raga, kesenian, kelompok belajar, kelompok rekreasi dan kelompok pencinta alam.

Pendidikan luar sekolah sebagai pelengkap ini dirasakan perlu oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan belajar masyarakat dan mendekatkan fungsi pendidikan sekolah dengan kenyataan yang ada di masyarakat.

Pendidikan luar sekolah sebagai subtitute atau pengganti Pendidikan sekolah menyediakan kesempatan belajar bagi anak-anak atau orang dewasa yang karena berbagai alasan tidak memperoleh kesempatan untuk memasuki pendidikan sekolah. Mereka adalah yang tuna aksara dan angka dan atau yang putus sekolah atau tidak sempat menamatkan pendidikan sekolah.

Pendidikan luar sekolah merupakan pendidikan yang dirancang untuk membelajarkan masyarakat atau yang disebut juga warga belajar yang pada umumnya adalah dari kalangan ekonomi rendah. Dapat dipahami bahwa peran pendidikan luar sekolah adalah:

 

  1. Sebagai subtitute dari pendidikan sekolah, artinya pendidikan luar sekolah dapat menggantikan jalur pendidikan formal yang karena beberapa hal tidak mengikuti pendidikan pada jalur formal. Contoh kejar paket A, B dan C
  2. Sebagai supplement pendidikan sekolah, artinya pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk menambah pengetahuan, keterampilan yang kurang didapatkan dari pendidikan sekolah. Contoh: privat, les, training
  3. Sebagai complement dari pendidikan sekolah, artinya pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk melengkapi pengetahuan dan keterampilan yang kurang atau tidak diperoleh di sekolah. Contoh : try out, pelatihan. (Fauzi Ibrahim, 2010: 13)

 

Pendidikan luar sekolah ini memunculkan berbagai lembaga-lembaga pendukung terlaksananya program kegiatan baik itu yang bersifat pelatihan, kursus maupun swadaya masyarakat. Selain itu pendidikan luar sekolah memiliki tujuan menghasilkan outcome berupa (a) perubahan kesejateraan hidup lulusan yang ditandai dengan perolehan pekerjaan atau berwirausaha, perolehan atau peningkatan pendapatan, kesehatan, pendidikan dan penampilan diri. (b) membelajarkan orang lain terhadap hasil belajar yang telah dimiliki dan dirasakan manfaatnya oleh lulusan, dan (c) peningkatan partisipasinya dalam kegiatan social dan atau pembangunan masyarakat, dalam wujud partisipasi buah fikiran, tenaga, harta benda, dan dana (Suhaenah, 2016: 93).

Melalui program-programnya Pendidikan luar sekolah memiliki peran dalam pemberdayaan masyarakat, terutama masyarakat kelas bawah. Menurut Suharto (2005: 59-60) sebagai proses, pemberdayaan adalah serangkaian kegiatan untuk memperkuat kekuasaan atau keberdayaan kelompok lemah dalam masyarakat, termasuk individu-individu yang mengalami maslah kemiskinan.

Sebagai tujuan, maka pemberdayaan menunjuk pada keadaan atau hasil yang ingin dicapai oleh sebuah perubahan sosial; yaitu masyarakat yang berdaya, memiliki kekuasaan atau mempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya baik yang bersifat fisik, ekonomi, maupun social seperti memiliki kepercayaan diri, mampu menyampaikan aspirasi, mempunyai mata pencaharian, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, dan mandiri dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupannya.

Keterampilan atau keahlian yang menjadi fokus pendidikan luar sekolah akan sangat berguna bagi masyarakat dalam mencari nafkah untuk membiayai berbagai kegiatan hidupnya. Dengan keterampilan yang diperoleh masyarakat tidak hanya mudah mendapatkan pekerjaan namun juga dapat menciptakan lapaangan pekerjaan sendidri, sehingga semua masyarakat mampu menggerakkan ekonomi keluarga yang berakibat pada pemenuhan kebutuhan. Manusia yang berkualitas secara kognitif, afektif, psikomotor, emosi dan spirit adalah modal utama dalam pembangunan bangsa

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
NILAI NILAI PENDIDIKAN DAN KEHIDUPAN

Pendidikan merupakan segala bidang penghidupan, dalam memilih dan membina hidup yang baik, yang sesuai dengan martabat manusia” Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan ti

19/06/2025 12:25 - Oleh Setyo Widodo - Dilihat 584 kali
MANAJEMEN PKBM

Manajemen PKBM Perencanaan. Perencanaan sebagai bagian penting dalam proses manajemen merupakan suatu tahap yang harus dilewati sebelum melangkah ke tahap berikutnya, karena melalui p

19/06/2025 12:23 - Oleh Setyo Widodo - Dilihat 665 kali
LATAR BELAKANG TERBENTUKNYA PKBM

Dibentuknya PKBM adalah sebagai pemicu dan bersifat sementara, masyarakat sendirilah yang selanjutnya memiliki wewenang untuk mengembangkannya, karena itulah pendekatan dalam program PK

19/06/2025 12:22 - Oleh Setyo Widodo - Dilihat 796 kali
MENINGKATKAN AKSES DAN KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI PLS

Pendidikan merupakan hak dasar setiap individu yang tidak hanya terbatas pada ruang kelas formal. Dalam konteks ini, program pendidikan luar sekolah (PLS) menjadi sangat penting, teruta

11/06/2025 10:33 - Oleh Setyo Widodo - Dilihat 697 kali
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

Pendidikan sesungguhnya memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni dalam upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan Luar S

11/06/2025 09:59 - Oleh Setyo Widodo - Dilihat 1334 kali
MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT DI ERA DIGITAL

PENDAHULUAN Pendidikan di Indonesia semakin mengandalkan teknologi informasi yang berkembang pesat, menghasilkan kemajuan dan efektivitas dalam proses belajar -mengajar (Pramesworo

11/06/2025 09:47 - Oleh Setyo Widodo - Dilihat 1025 kali
TANTANGAN YANG DIHADAPI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

Tantangan yang  Dihadapi  dalam  Implementasi  Pendidikan  Luar  Sekolah  Berbasis Masyarakat Pendidikan  luar  sekolah  berbasis 

11/06/2025 09:28 - Oleh Setyo Widodo - Dilihat 1023 kali
STRATEGI DAN EFEKTIVITAS MENINGKATKAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

Strategi  untuk  Meningkatkan  Efektivitas  Pendidikan  Luar  Sekolah  Berbasis Masyarakat. Untuk  meningkatkan  efektivitas  pendidika

11/06/2025 09:19 - Oleh Setyo Widodo - Dilihat 580 kali
FUNGSI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

Pendidikan luar sekolah sebagai komplemen adalah pendidikan yang materinya melengkapi apa yang diperoleh di bangu sekolah. Ada beberapa alasan sehingga materi pendidikan persekolahan ha

05/06/2025 12:42 - Oleh Setyo Widodo - Dilihat 595 kali
AZAS PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

ASAS PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH Pendidikan merupakan suatu proses untuk mengintegrasikan individu yang sedang mengalami pertumbuhan ke dalam kolektivitas masyarakat. Dalam kegiatan pendid

05/06/2025 12:40 - Oleh Setyo Widodo - Dilihat 768 kali